Refrensi Produk Terbaik Dan Info Menarik

Tempat Sampah Dalam Konteks Lingkungan Hidup


Kebersihan merupakan suatu hal yang tidak dapat terjadi begitu saja dan harus diusahakan. Kebersihan seolah-olah menjadi suatu cita-cita yang sulit untuk diwujudkan dan hanya menjadi mimpi tak berwujud bagi sebagian penduduk Indonesia. Bahkan beberapa kota di Indonesia yang mempunyai jargon “kota bersih” pada embel-embel namanya juga tidak terlepas dari berbagai masalah sampah yang berserakan. Bagi sebagian orang, membuang sampah merupakan kegiatan membuang sampah dalam arti yang sebenar-benarnya, yakni dibuang begitu saja tanpa mempedulikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Sampah berserakan seakan menjadi bagian tak terpisahkan dari pemandangan harian pada beberapa sudut kota di Indonesia.
Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim sudah terjadi dan diperkirakan akan semakin hebat jika tidak ada upaya untuk menguranginya. Panel  Ilmuwan untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/ IPCC)  menyatakan, pemanasan global terjadi akibat hasil aktivitas manusia (antropogenik). IPCC menyebutkan bahwa dua senyawa kimia terbesar sumber emisi (emitter) yang berkontribusi menyebabkan pemanasan global adalah gas karbondioksida (CO₂) dan metana (CH₄) berasal dari sampah. (sumber: www.hpli.org )
Sampah, waste, atau garbage merupakan bahan sisa hasil aktivitas rutinitas kehidupan manusia. Penanganan sampah sebenarnya membutuhkan manajemen yang terpadu dari pemerintah kota (pemkot) sampai masyarakat. Membebankan pengelolaan sampah hanya pada satu pihak saja tidak akan membawa perubahan yang signifikan, karena bagaimanapun sampah adalah sisa dari kegiatan masyarakat. Bahkan, menurut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), 1995, sebagian besar sampah di Indonesia berasal dari sisa kegiatan rumah tangga. Wujud turun tangan pemerintah pun dituangkan ke dalam rumusan undang-undang mengenai “Pengelolaan Lingkungan Hidup” dalam UU No. 23 tahun 1997 dan UU No.18 tahun 2008 tentang “Pengelolaan Sampah” untuk menangani permasalahan tersebut.
Persoalan sampah mungkin menjadi masalah tanpa solusi bagi beberapa negara berkembang, namun tidak demikian bagi negara maju. Sebagai contoh, di Jepang, persoalan sampah mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan menerapkan aturan yang ketat dalam hal pembuangan sampah. Bahkan menurut beberapa sumber informasi, pada era 1960-an, kondisi kota Tokyo tidak berbeda jauh dengan kondisi kota-kota di Indonesia dengan sampah yang berserakan. Namun, kini bukan lagi menjadi pemandangan yang mudah dijumpai di Jepang, bahkan hampir mustahil ditemukan sejak diberlakukannya peraturan ketat untuk permasalahan sampah di negara industri tersebut.

Permasalahan
Banyak faktor yang turut berpengaruh dalam permasalahan lingkungan hidup, terutama masalah sampah, di Indonesia. Minimnya pemahaman masyarakat tentang hakikat kebersihan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup menimbulkan polemik yang sulit untuk dituntaskan. Permasalahan yang ada tidak hanya menyangkut aspek fisik dan teknis saja, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, budaya, bahkan gaya hidup masyarakat.
Aspek fisik dari permasalahan sampah di Indonesia terletak pada sampah itu sendiri dan artifak-artifak hasil pemikiran manusia yang telah dibuat untuk menanganinya. Berbagai desain (rancang bangun) tempat pembuangan sampah diciptakan untuk mengatasi problematika sampah, mulai dari yang sederhana dan hanya memenuhi segi fungsionalnya saja hingga desain yang melibatkan unsur teknologi di dalamnya. Material penyusun berbagai desain tempat sampah yang digunakan pun diolah sesuai dengan karakternya dan dibuat dengan teknologi yang baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan pemakainya secara fungsional.
Penelitian berdasarkan konteks lingkungan hidup  ini akan mencoba mengemukakan beberapa permasalahan yang mendasari penulis untuk mengetahui dan memahami pengaruh desain  dan warna tempat sampah terhadap psikologis serta dampak yang ditimbulkan terhadap kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Desain tempat sampah dengan beragam bentuk dan warna terus berkembang serta mampu mempengaruhi aspek psikologis sebagian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji rumusan masalah sebagai berikut:
1)      Seberapa besar pengaruh desain tempat sampah terhadap psikologis masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan akibat sampah hasil aktivitas harian?
2)      Bagaimana karakteristik masyarakat dalam menyikapi problematika sampah dan artifak-artifaknya ditinjau dari aspek kognitif maupun persuasif?
3)      Faktor apa saja yang menyebabkan terhambatnya penataan lingkungan hidup yang bersih dan teratur serta bebas dari sampah?
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengertian dan pemahaman yang baik mengenai problematika sampah dan lingkungan hidup secara tepat serta bermanfaat bagi kepentingan umum untuk selanjutnya dapat menjadi pemikiran yang solutif dengan perencanaan ketentuan hingga desain artifak yang optimal untuk permasalahan pembuangan dan pengolahan sampah di Indonesia.
 

Tidak ada komentar